CLS NEWS Dokter yang diduga Buda kada sa pau paunna (Asal Ngomong) dianggap tidak melihat situasi dan kondisi para relawan yang telah berjuang ditengah bencana yang melanda Luwu Utara

Menurutnya bahwa proses evakuasi korban/mayat harus menggunakan protokol covid-19,dirinya mengatakan hal tersebut saat live dimedia sosial.

Oknum dokter tersebut menyesalkan evakuasi mayat ke Rumah Sakit Hikmah Masamba tidak menggunakan protokol Covid-19.

Dalam rekaman video berdurasi 2.53 itu, tampak seseorang yang mengaku sebagai dokter menyesalkan prilaku anggota TNI, Polri, hingga Ormas yang melakukan evakuasi mayat korban banjir bandang tanpa menggunakan APD.

Bahkan, yang paling disesalkannya adalah mayat hasil evakuasi yang dimasukkan ke RS Hikmah yang tidak mengikuti protokol Covid-19.

Video singkat yang berisi pernyataan dokter mengkritisi aparat TNI, Polri, serta Relawan yang tidak menggunakan standar Covid dalam mengevakuasi korban banjir bandang yang menimpa masyarakat Luwu Utara tersebut telah ditonton lebih dari 18 ribu kali.

Sejumlah nitizen pun mengecam pernyataan oknum yang mengaku sebagai dokter tersebut.

“Coba z lihat, sya lempar lumpur di mukanya,” tulis Heben Neiser menanggapi pernyataan oknum yang mengaku dokter tersebut.

“Tenggelamkan bersama lumpur,” tulis akun Hajar menanggapi pernyataan oknum yang mengaku dokter dan mengaku sedang live di RS.Hikmah Masamba tersebut.

Dalam postingan video terpisah, salah satu nitizen menulis, “Jangan cari gara-gara boss.

Tidak masuk akal korban banjir bandang mau kau makamkan secara covid, dan mau juga evakuasi jenazah pakai APD. Tidak masuk akal,” tulis akun Bang Wais.

Pernyataan yang tak kalah keras datang dari nitizen Herman Katana.

“Kau tinggalkan luwu utara secepatnya dengan Tim Pocongmu. Kalau tidak mau, bisa2 relawan atau masyarakat luwu utara yang tenggelamkan kau dilumpur. Baru kau dikubur protap covid,” Tulisnya

(penulis-H. Wardi)
Editor -HamsaH.