
Berdasarkan informasi yang disampaikan Kepala Desa Lembang-Lembang, Arwis Ansar pada Tim Redaksi CLS NEWS.id , pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim dan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Pusat, Andi Eviana. Diskusi berlangsung secara tertutup namun berfokus pada kerusakan parah tanggul yang membelah wilayah Desa Beringin Jaya dan Lembang-Lembang, serta dampak luas yang dirasakan masyarakat sejak bencana terjadi pertengahan Mei lalu.
“Kami bersyukur kehadiran pimpinan daerah dan perwakilan pusat mendengarkan langsung keluhan dan kebutuhan kami. Inti pembicaraan adalah perbaikan darurat, penanganan warga terdampak, dan rencana pembangunan tanggul yang lebih kokoh agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkap Arwis Ansar, usai mendampingi kunjungan tersebut.
Data tercatat, banjir akibat tanggul jebol ini telah merendam puluhan desa di tiga kecamatan, berdampak pada lebih dari 13.000 jiwa, merusak ribuan rumah, lahan pertanian, dan fasilitas umum. Status tanggap darurat masih berlaku hingga pertengahan Juni 2026.
Dalam pertemuan itu, Andi Eviana menegaskan komitmen BNPB untuk mengalokasikan bantuan teknis, peralatan berat, dan pendanaan perbaikan. Pemerintah pusat juga mendukung usulan pemkab untuk merancang ulang struktur tanggul agar mampu menampung debit air sungai saat curah hujan tinggi.
Sementara itu, Bupati Andi Abdullah Rahim menyampaikan apresiasi atas respon cepat pusat. Ia menekankan penanganan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga pemulihan ekonomi warga yang kehilangan mata pencaharian, khususnya petani dan nelayan di sepanjang aliran sungai tersebut.
“Langkah koordinasi ini bukti nyata pemerintah hadir dari tingkat desa hingga pusat. Kami akan pastikan bantuan sampai tepat sasaran dan pembangunan tanggul baru segera dimulai,” tegas Bupati.
Kepala Desa Lembang-Lembang menambahkan, warga berharap pembangunan tanggul baru selesai sebelum musim hujan berikutnya, agar rasa aman kembali pulih. Saat ini, tim gabungan dari pemkab, TNI/Polri, dan relawan masih bekerja memindahkan material lumpur dan mendistribusikan bantuan logistik ke titik pengungsian yang tersisa.
Pertemuan ini menjadi langkah krusial untuk memastikan solusi jangka panjang, mengingat wilayah ini sering dilanda banjir akibat kerusakan tanggul yang berulang selama beberapa tahun terakhir.(Tim Redaksi
CLS NEWS.id/HS)






