CLS NEWS COM. Luwu Utara — Setelah Rabu (8/4) lalu, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani naik motor menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Seko, kali ini, Rabu (15/4) bupati perempuan pertama di Sulsel ini menyalurkan bantuan program sembako kepada 437 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan bantuan PKH kepada 409 KPM di Kecamatan Rongkong.

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, Indah mendatangi langsung rumah-rumah warga di Desa Marampa, sesaat setelah memanen padi dan memastikan ketersediaan pangan di desa tersebut.

“Meski dalam kondisi pandemi, namun kita harus memastikan pelayanan pemerintahan tetap berjalan. Namun kali ini pola penyaluran PKH pun diubah dengan menyalurkan langsung bantuan ke rumah-rumah warga,” tutur bupati yang karib disapa IDP ini.

Pada kesempatan tersebut, IDP mengapresiasi pendamping PKH yang telah dan akan bekerja keras untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan tepat waktu.

“Tantangan yang dihadapi pendamping PKH jauh lebih besar mengingat teman-teman bekerja di lapangan dalam suasana pandemi covid-19. Di satu sisi mereka harus memastikan bahwa program ini berjalan sebagaimana yang telah ditentukan sampai kepada yang berhak dengan tepat jumlah, tepat sasaran, tepat waktu, sementara mereka juga harus memastikan tetap dalam keadaan sehat. Oleh karena itu saya mengapresiasi kerja keras seluruh rekan-rekan pendamping, baik dari PKH maupun dari TKSK yang terus bergerak di lapangan, dan tentu kita berharap dukungan penuh dan doa dari seluruh masyarakat, semoga pandemi ini segera berlalu. Khusus teman-teman pendamping, tetap semangat karena kita semua adalah salah satu garda terdepan untuk memastikan masyarakat penerima manfaat mendapatkan yang menjadi haknya. Sekali lagi semangat, dan jangan lelah berbuat kebaikan,” terang IDP didampingi Ketua DPRD Luwu Utara, Basir saat menyambangi rumah warga.

Sementara menurut laporan Kepala Bidang Linjamsos Dinas Sosial Luwu Utara, Sulfa Harbi, penyaluran bantuan PKH di Kecamatan Rongkong tersebut merupakan tahapan kedua.

“Dengan rincian di Desa Kanandede 72 KPM, Komba 43 KPM, Limbong 24 KPM, Marampa 58 KPM, Minanga 86 KPM, Pengkendekan 68, dan Rinding Allo 58 KPM dengan total Rp. 427.375.000. Karena keterbatasan akses jaringan, maka mekanisme transaksi penggesekan Kartu Keluarga Sejahtera dilakukan dengan sistem offline di mesin EDC bekerjasama dengan Bank BRI selaku himbara,” jelas Sulfa. (Rani.cls)