CLS NEWS COM. Luwu Utara — Di tengah kondisi pandemi covid-19 yang serba terbatas, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menegaskan, pemberian bantuan tak boleh dihentikan, khususnya program pemerintah yang terkait langsung dengan kebutuhan masyarakat termasuk alsintan (Alat Mesin Pertanian) hingga ke Kecamatan Seko.

Bukan tanpa alasan, karena dengan mekanisasi pertanian, petani dapat tetap produktif meskipun ada pembatasan dan imbauan physical distancing dan social distancing.

“Dalam situasi pandemi, salah satu yang harus dipastikan tersedia adalah pangan. Yang paling kita jaga adalah beras. Walaupun di Seko luas lahan pertanian tanaman pangan tidak sebesar yang di dataran namun juga berkontribusi bagi ketersediaan sembako khususnya beras,” tutur IDP, yang menguji langsung traktor roda 4 tersebut, sebelum menyerahkan alsintan secara simbolis kepada 5 perwakilan kelompok tani, Rabu (8/4) kemarin.

“Kita bersyukur, di Seko tidak ada kejadian luar biasa yang menyebabkan gagal panen. Meski begitu, ke depan pemerintah segera mengasuransikan lahan persawahan yang rawan bencana terutama bencana banjir. Prioritas pertama yang akan diintervensi adalah petani yang memiliki luas lahan persawahan 1 hektare ke bawah. Ketentuan AUTP berdasarkan pada luasan peta alami yang tingkat kerusakannya di atas 75% itu dibayar oleh Asuransi Jasindo sebesar Rp. 6 juta/ha, paling lambat 14 hari setelah kejadian. Perkembangan tanaman dilaporkan melalui klaim online, untuk pertanaman padi,” jelas IDP.

Untuk diketahui, alsintan yang diserahkan IDP sebanyak 7 unit, yakni 5 hand tractor, 1 traktor roda empat/ jonder, dan 1 combain havester. (Rani.cls)