
Kejadian ini terjadi sekitar pukul 19.00 WITA, malam saat curah hujan turun dengan intensitas sangat tinggi dalam durasi cukup lama. Tanggul yang seharusnya menjadi benteng pertahanan jebol di beberapa titik, air bah langsung merangsek masuk ke jalan raya, sawah, dan pemukiman. Situasi makin kritis karena wilayah ini sebelumnya sudah lama jadi langganan banjir, dan kini kembali diterpa ancaman yang lebih parah .
4 DESA YANG TERANCAM & TERDAMPAK LANGSUNG
Akibat luapan air yang makin meluas pasca jebolnya tanggul Desa Polewali, 4 desa ini berada di zona paling berisiko dan tergenang: Jika Lambat Penanganan nya.
1. ✅ Desa Polewali
2. ✅ Desa Putemata
3. ✅ Desa Girikusumah
4. ✅ Desa Petta Landung
Warga menceritakan, ketinggian air naik sangat drastis hanya dalam waktu 1–2 jam. Banyak warga panik berusaha menyelamatkan barang berharga, ternak, dan anak-anak ke tempat lebih tinggi.
“Baru kemarin air mulai surut sedikit, malam ini hujan turun sangat deras, tiba-tiba terdengar suara gemuruh besar, tanggul jebol dan air langsung datang meluap seperti air bah. Kami takut sekali, nasib kami kasihan terus-terusan begini,” ujar salah satu warga Desa Polewali dengan nada cemas.
KONDISI LAPANGAN & DAMPAK
Air masuk ke pemukiman dengan ketinggian mencapai 60–100 cm, makin naik terus
Jalan poros antar desa putus total, kendaraan tidak bisa lewat, akses bantuan sulit masuk
Ratusan hektar sawah & lahan pertanian yang baru mau ditanam kembali kini rusak total terendam
Belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian materiil dipastikan sangat besar
Aparat Polsek Malangke, BPBD, TNI dan relawan sudah dikerahkan ke lokasi untuk pengamanan & evakuasi warga
Kepala Pelaksana BPBD Luwu Utara membenarkan kejadian ini, mengatakan kerusakan tanggul makin parah karena usia bangunan tua dan belum diperbaiki tuntas sejak banjir besar tahun lalu. Hujan deras menjadi pemicu utama yang memperparah kondisi.
“Tanggul ini sudah lama rapuh, sebelumnya sudah bocor beberapa kali. Hari ini curah hujan di atas rata-rata, akhirnya jebol total. Kami sudah turunkan tim, namun debit air masih sangat tinggi, kami imbau warga segera mengungsi ke tempat aman, jangan menunggu air makin tinggi,” tegasnya.
Warga pun kembali meminta perhatian serius pemerintah, meminta perbaikan tanggul secara permanen dan kokoh, agar musibah ini tidak terulang terus setiap kali hujan turun. Wilayah Malangke sudah bertahun-tahun jadi langganan banjir, dan kini semakin parah
Berita terus kami pantau perkembangannya. Segala langkah evakuasi dan penanganan darurat sedang berjalan (CLS Mengabaikan)






